Search This Blog

Translate

Friday, February 22, 2013

SERUAN DAMAI SEJAHTERA



Seruan ini adalah untuk mempengaruhi manusia yang belum bersedia menghadapi krisis mendatang.  Pada waktu mereka berkata: semuanya damai dan aman maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan.  1 Tesalonika 5:3.
Ada 2 seruan DAMAI SEJAHTERA yaitu Di dalam gereja dan Di dalam Dunia.
1.       Dalam Gereja
Pergerakan pembaharuan nasional dianggap oleh orang lain tidak begitu penting sehingga mereka tidak pikirkan perlunya perhatian terhadap hal tersebut bahkan pernah merasa bahwa dengan melakukan hal yang demikian mereka akan diberikan waktu untuk pertanyaan yang berbeda dari pekabaran Malaikat Ketiga.


Orang-orang perlu dibangunkan sehubungan dengan bahaya-bahaya yang terjadi dewasa ini.  Penjaga sedang tidur.  Kita terlalu terbelakang.  Biarlah kepala penjaga itu merasa kebutuhan yang mendesak agar diri mereka tetap waspada, jikalau tidak mereka akan kehilangan kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk melihat bahaya-bahaya tersebut.

Jikalau para pemimpin kita tidak menerima pekabaran yang sekarang dikirim Allah bagi mereka, dan segera mengambil tindakan, maka gereja akan menderita suatu kerugian yang besar.  Bilamana penjaga sedang melihat pedang itu datang, dan membunyikan sangkakala dengan bunyi tertentu, maka semua orang dalam barisan itu akan mengumandangkan amaran yang sama, dan semua akan mempunyai kesempatan menghadapi pertentangan itu.  Tetapi begitu sering pemimpin kita bertangguh dan mengatakan Biarlah kita jangan tergesa-gesa.  Mungkin saja ada kesalahan.  Kita harus berhati-hati agar tidak mengumandangkan amaran yang palsu.  Pertangguhan dan ketidakpastian dalam dirinya ia berseru:  Damai dan aman!  Jangan terlalu gembira.  Jangan terkejut.  Ada suatu persoalan yang lebih besar dari pertanyaan amandemen keagamaan yang perlu dilakukan dari pada yang dituntut.  Hasutan ini pada akhirnya semuanya akan menghilang.  Dengan demikian pada akhirnya ia menyangkal pekabaran yang dikirim dari Allah, dan amaran yang telah diberikan untuk mengatur jemaat-jemaat gagal melakukan tugasnya.  Trompet dari penjaga dibunyikan dengan suara yang tidak menentu, dan orang-orang tidak bersedia bertempur.  Biarlah penjaga selalu waspada sebab kalau penjaga lalai dan lambat maka banyak jiwa akan binasa dan darah mereka akan dituntut dari tangannya. (5T, 715-716)

Banyak dari mereka yang telah memiliki terang yang besar kesempatan-kesempatan yang besar, dan tiap manfaat rohani menyembah Kristus dan dunia dalam waktu yang sama.  Mereka menyembah Allah dan mammon.  Mereka bersuka-suka dengan anak-anak dunia namum mereka juga mengatakan bahwa mereka diberkati sebagai anak-anak Allah.  Mereka ingin memiliki Kristus sebagai Juruselamat mereka, tapi tidak mau memikul salib dan bebannya.  Kiranya Tuhan mengasihani engkau; karena jika engkau berjalan demikian, tidak ada yang lain selain kejahatan yang dapat disampaikan kepadamu.

Kesabaran Allah mempunyai suatu maksud, tapi engkau tidak hiraukan.  Ia meluaskan hal-hal itu terjadi namun engkau tidak menghiraukannya serta menundanya tapi sudah terlambat.  Allah memerintahkan Elia untuk mengurapi raja Hazael yang jahat dan bengis untuk memerintah Syria, agar ia boleh  menjadi suatu bencana terhadap bangsa Israel yang bejat itu.

Pada waktu Allah mengerjakan pekerjaan yang aneh diatas dunia ini, pada waktu tangan yang suci tidak lagi membawa tabut, malapetaka akan menimpa manusia.  Walaupun engkau telah mengetahui, pada saat ini, perkara-perkara yang mestinya membutuhkan kedamaianmu.  Kiranya umat-umatmu, sebagaimana Ninewe, agar Allah tidak lagi memberikan murkanya terhadap mereka itu. (5T, 77-78)

Ada dua perbedaan besar yang harus dihindarkan, yang satu adalah menghindari untuk menyatakan seluruh nasihat Allah, dan beralih kepada roh kebangunan di dalam masa seruan damai damai padahal tidak ada damai, dan menggunakan usaha-usaha yang mendorong perasaan dan kemudian membiarkan hati tidak berubah. (Ev, 281)

Pada waktu sekarang ini, bilamana segala perkara yang di dunia ini akan segera berakhir, usaha setan akan sia-sia untuk menjerat dunia ini.  Ia memikirkan banyak rencana untuk menguasai pikiran dan untuk mengalihkan perhatian dari kebenaran yang perlu untuk keselamatan…
Kejahatan sedang mencapai ketinggian yang belum pernah dicapai sebelumnya, dan meskipun begitu banyak pendeta Injil berseru : “damai, damai dan sejahtera” tetapi pesuruh-pesuruh Allah yang setia harus berjalan secara terus menerus dengan pekerjaan mereka.  Dipakaikan dengan kelengkapan senjata sorga, mereka harus maju dengan tak gentar dan penuh kemenangan , tidak pernah menghentikan peperangan sampai jiwa dalam jangkauan mereka akan menerima kabar kebenaran untuk waktu ini. (Ev 705,706; AA219-220)

Tetapi tentang zaman dan masa saudara-saudara tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu benar, bahwa hari Tuhan dating seperti pencuri pada malam hari, apabila mereka mengatakan semuanya daman dan aman maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin mereka pasti tidak akan luput.  Tetapi kamu saudara-saudara kamu tidak hidup di dalam kegelapan sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang.  Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.  Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.  (1 Tes 5:1-6)

Pendeta yang telah mengorbankan kebenaran untuk mendapatkan persetujuan manusia kini melihat tabiat serta pengaruh pengajarannya.  Nyatalah bahwa mata yang mahatahu itu sedang mengikutinya sementara ia berdiri di belakang mimbarnya, sementara ia berjalan di jalan, sementara ia berbaur dengan orang banyak dalam pelbagai kegiatan hidup.  Setiap perasaan jiwa, setiap tulisan yang dituliskan, setiap perkataan yang diucapkan, setiap tindakan yang menuntun manusia untuk berteduh di dalam benteng kepalsuan, telah menabur benih dan kini dalam jiwa-jiwa yang malang dan tersesat disekelilingnya, dia melihat penuaian.  Tuhan bersabda :  “mereka mengobati lukan puteri umatKu dengan memandangnya ringan katanya: ‘damai sejahtera, tetapi tidak ada damai sejahtera.” (GC, 654,655) 

No comments:

Post a Comment